Archive for the ‘Motivasi’ Category

Tak terbersit sama sekali dalam pikiran ini, dan dalam pLanning hidup masa depan, untuk kerja di Luar negeri. Yang terpikir saat Lulus kuliah adalah hanya ingin segera kerja dan mengapLikasikan iLmu yang aku punya di tanah air tercinta. Namun, sang Maha Kuasa menggariskan haL lain. Seperti mendapatkan angin segar saja rasanya waktu itu..saat salah seorang sahabatku tercinta memberitahuku bahwa ada program training keperawatan spesialis yang nantinya bisa menjadi jembatan untuk kerja di Luar negeri. What,,,what…kerja di luar negeri?? pertanyaan yg menggeLitik otakku saat itu. Aku akan jauh dari keluargaku tercinta, sahabat dan lingkungan yang sudah sangat nyaman jika kerja di luar negeri. Namun hal ini sangat meNantang juga. Kesempatan tak datang dua kaLi bukan?? Jadi teringat salah satu quatation favoritku:

“Jangan cari kemuliaan di kampung kelahiranmu, sungguh kemuliaan itu ada dalam perantauan di usai muda”.

Read the rest of this entry »

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Meningkatkan Skor TOEFLAda tiga hal utama yang Anda butuhkan untuk fokus pada jika Anda ingin meningkatkan skor TOEFL Anda.

1. Keterampilan bahasa umum.

Keterampilan ini adalah membaca, menulis, berbicara, mendengarkan, dan tata bahasa. Tunggu sebentar? TOEFL tidak menguji tata bahasa lagi. Mengapa termasuk tata bahasa? Pertanyaan bagus. Tata bahasa diuji pada TOEFL iBT berdasarkan seberapa baik Anda berkomunikasi dalam berbicara dan menulis. Tanpa tata bahasa dan kosa kata kompleks dan canggih, Anda tidak akan mendapatkan skor Anda yang ingin anda coba dapatkan. Ada banyak cara untuk meningkatkan kemampuan bahasa Anda. Hal paling penting untuk diingat adalah menggunakan bahasa Inggris setiap hari. Ada banyak situs yang bisa anda kunjungi untuk mendengarkan dan latihan membaca. Tips TOEFL: Mencari bagian listening yang membahas topik yang sama sebagai bagian dari bacaan Anda untuk berlatih menemukan pertanyaan terintegrasi dalam speaking dan writing.

Read the rest of this entry »

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Perawat ke DubaiDubai – Kabar banyak perawat di Indonesia yang sulit mencari kerja disayangkan oleh Bambang dan Didi. Komentar pun segera keluar dari mulut keduanya untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut. Menurut mereka, lowongan kerja untuk perawat sangat banyak tersedia di Dubai, Uni Emirat Arab.

“Di sini tenaga perawat itu sangat banyak dibutuhkan. Ribuan mungkin pertahunnya yang bisa diserap,” ujar Bambang S Budi kepada detikcom mengawali sebuah pembicaraan di salah satu restoran di Kota Dubai, Abu Dhabi, Minggu (3/4/2011).

Bambang dan Didi Handoko adalah TKI yang bekerja sebagai perawat di klinik pemerintah Dubai. Bambang telah bekerja sebagai perawat di Dubai selama 14 tahun, sedangkan Didi baru sekitar 5 tahun.

Menurut mereka, negara Uni Emirat Arab sangat membutuhkan banyak tenaga perawat. Selama ini tenaga perawat di negara tersebut di ambil dari India dan Filipina.

Read the rest of this entry »

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

bekerja

Dulu, Krisdayanti makin terkenal ketika melantunkan Menghitung Hari. Sebuah lagu yang bercerita tentang seseorang yang sedang patah hati. Perasaannya hancur dan kemudian irama hidupnya menjadi kacau balau. Yang dapat dilakukannya hanya menghitung hari demi harinya untuk mengusir pergi perasaan tidak nyaman itu.

Begitulah hari-hari yang kita jalani. Tidak selamanya kita mendapat hari penuh kemujuran, seperti melewati mulusnya aspal jalan bebas hambatan. Ada saja kerikil pengganggu di sepekan perjalanan. Entah itu ‘kerikil’ yang muncul dari dalam diri sendiri maupun dari orang- orang di sekitar kita.

Ada istilah I don’t like Monday. Aku benci hari Senin. Orang yang mengatakan ini karena memiliki alasan bahwa keharusan kembali bekerja adalah celaka. Kalau boleh memilih, lebih baik hidup di hari Sabtu dan Minggu saja. Mereka menganggap Senin sampai Jumat, terutama Senin, amat meletihkan lahir-batin.

Rasanya berat kalau mesti bertemu bos pada rapat Senin pagi. Terbayang di kepalanya tentang target yang belum tercapai, kewajiban kinerja yang harus terus diperbaiki, produktivitas yang menuntut ditingkatkan lagi, efisiensi pada segala hal, dan kredo-kredo lain di dunia kerja.

Belum lagi jika mengingat Selasa sampai Jumat yang pasti berupa hari- hari mewujudkan kesimpulan rapat Senin pagi. Sebab, memang demikian yang terjadi pada pekan-pekan maupun bulan-bulan lalu. Selalu rutin begitu.

Sementara itu, ketika Jumat telah menjelang petang, hati ini bungah sekali. Seperti isi botol yang keluar dan menyembur sumbat gabusnya dilepas. Bebas euy! Besok tidak ada lagi bos dan segala macam konsekuensi pekerjaan. Yang ada hanya kesempatan melakukan apa saja yang disenangi dan wajah gembira keluarga, lalu perlu berseru Thank God it’s Friday. Syukur Jumat telah tiba.

Betul sulitkah mengisi hari-hari kerja? Sampai-sampai tema I don’t Like Monday dibuat lagu, dan restoran Hard Rock menggelar acara I Like Monday (Aku suka Senin) setiap Senin petang sebagai ajakan melepaskan beban hari Senin. Dan, Thank God it’s Friday menjadi nama jaringan restoran internasional lain.

Sebuah kata-kata bijak pada masyarakat kita menyebut ”Setiap hari adalah baik.” Artinya, tergantung pada diri sendiri mau mengisi hari-hari dengan apa. Kalau kita menghendaki, waktu pagi sampai petang akan memberi kemenangan kepada kita. Yakni, dengan percaya diri, menjaga hubungan baik, cerdas secara emosi, menerapkan target, menjadikan bekerja adalah kemuliaan manusia, dan tidak lupa berdoa.

Sebaliknya, sebuah hari dapat menjadi penuh dengan suasana harubiru. Gampang saja bila Anda menginginkannya. Antara lain, dengan menganggap pekerjaan adalah beban, tidak mensyukuri segala yang telah dicapai, mengingat segala pengalaman tidak menyenangkan, dan berprasangka buruk terhadap setiap orang.

Hari-hari akan menjadi saat terbaik, baik, atau paling buruk dalam hidup seseorang, itu memang tergantung pada dirinya sendiri. Apakah dia mengisi dan memperlakukannya dengan hal-hal positif atau negatif. Bukan lantaran namanya Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Semuanya sama saja 24 jam lamanya.

Inti dari hal-hal positif itu adalah ikhtiar. Sehingga tidak sempat terlontar dari seseorang pendapat betapa dunia tidak adil. Karena, hal yang dialami setiap hari tidak sama dengan orang lain. Ikhtiar adalah kata kunci untuk mengisi hari-hari dan nilai dari seseorang.

Sebentar lagi, persisnya 6 September nanti, Duta Bangsa akan menggelar graduation (wisuda) bagi siswa yang telah menyelesaikan masa belajarnya. Tentu bukan karena menurut kami hari itu adalah hari terbaik bagi pengelola maupun para siswa. Bagi kami, setiap hari adalah baik. Namun, itulah hari terakhir program yang telah direncanakan sejak semula.

Sebelum saat wisuda mendatang, kami telah mengisi hari-hari kami dengan interaksi positif. Kami saling belajar dan saling menebalkan kecerdasan emosional maupun spiritual demi hari-hari kami selanjutnya. Itulah ikhtiar kami agar bernilai dan bermutu tinggi.

Kami serasa pendaki gunung yang menjejali tas punggung dengan bekal baru dan lebih segar. Kami akan terus mampu tegak untuk menapaki hari demi hari hingga ke puncak tertinggi dan kemudian menancapkan bendera yang membanggakan.

Sumber: Mengisi Hari oleh Mien R. Uno, Lembaga Pendidikan DUTA
BANGSA Empower Yourself, Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan
Nasional

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

kado terindah

kado terindah

Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat, dan tak perlu membeli ! Meski begitu, beberapa kado ini adalah hadiah terindah dan tak  ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

1.KEHADIRAN

Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai  harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat,  telepon,  foto atau faks. Namun dengan berada disampingnya. Anda dan  dia dapat  berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda  sebagai pembawa kebahagiaan.

2.MENDENGARKAN

Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang lebih  suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kepedulian.

3.KERENDAHAN HATI

Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik,apalagi menghakimi.Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

4.DIAM

Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "Ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.

5.KEBEBASAN

Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan.Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya ? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, "Kau bebas berbuat semaumu." Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan Penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

6.KEINDAHAN

Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ? (eh..)Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari ! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana dirumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

7.TANGGAPAN POSITIF

Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian dan juga permintaan ma'af, adalah kado cinta yang sering terlupakan.

8.KESEDIAAN MENGALAH

Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu ? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado "kesediaan mengalah". Kesediaan untuk mengalah sudah dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

9.SENYUMAN

Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi ?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

cinta

cinta

KISAH suatu perkawinan bisa dimulai dari pasangan bercinta. Saya punya paman, seorang duda tanpa anak. Hidungnya besar, kacamatanya tebal. Dia baru punya teman kencan yang kesekian. Umurnya setengah umur paman. Enam tujuh bulan yang lalu, pernah saya bertanya, “Apakah dia sudah bilang bahwa dia mencintai paman?”

“Belum.”

“Kenapa paman tidak tanya?”

“Terus terang, aku tidak berani. Tadi kamu bilang apa? Cinta?”

“Ya. Paman mencintai dia, kan?

“Begini ya. Berapa umurmu sekarang?”

“Tiga tujuh.”

“Oh.”

“Oh?”

“Orang seusiaku . ck, kamu pasti belum mengerti.”

“Oh.”

“Ah, sudahlah.”

“Saya hanya mencemaskan paman.”

“Kenapa cemas? Kamu pikir aku sudah tidak waras?”

“Saya memikirkan kebebasan paman. Hidup paman.”

“Aku terharu mendengarnya. Terima kasih.”

“Saya serius.”

Suasana hening beberapa saat.

“Bagaimana dia?” tanya saya kemudian.

“Menurutku cantik, penuh perhatian, lembut . God damn it, aku kesepian selama ini!”

Cantik? Pertanyaan itu menggelitik saya – sambil membayangkan hidung besarnya – sampai bertemu lagi dengan paman di sebuah restoran yang sama, sepekan setelah pertemuan pertama. Kali ini dia berjanji akan membawa teman kencannya.

“Kenalkan, ini calon bibimu,” ucap paman saat saya datang terlambat.

God damn it! Sungguh mati, gadis ini tidak bisa dianggap cantik. Cantik sekali! Mendadak saya kikuk dan merasa dunia ini tidak adil terhadap saya. Saya jadi “obat nyamuk” (yang tak henti-hentinya mencuri pandang gadis itu) bagi mereka. Ingin rasanya saya berkata kepada paman, “Tolong belikan rokok di Cirebon.”

Di tengah obrolan makan malam yang “berkecamuk” itu, sering saya melihat air muka Paulina, nama si gadis itu, memancarkan rasa bahagia setiap mendengarkan paman berbicara. Tak habis pikir dan tak dapat tidak, muncul pertanyaan dari lubuk hati saya: bagaimana paman bisa memukau gadis semolek itu? Padahal, sulit bagi saya menemukan ketampanan wajah paman. Toh, rupanya tidak sulit bagi Paulina.

Kadangkala, ketampanan memang bukan menjadi soal. Modulasi suara saja seringkali cukup. Ada lelaki yang menggairahkan bila dia mulai berbicara. Sebaliknya, ada lelaki tampan yang sebaiknya jangan membuka mulut karena ditakdirkan bersuara sumbang. Saya memetik pelajaran: orang yang punya pikiran sehat tentang cinta, tidak bisa mencintai. Justru orang yang tidak punya pikiran sehat tentang cinta, bisa mencintai. Dengan kata lain: mencintai adalah mengagumi dengan hati; mengagumi adalah mencintai dengan pikiran.

Kita boleh tak percaya bahwa dengan label “cinta” saja mereka mau menyandarkan harapan dan kepercayaan satu sama lain. Ketahuilah, cinta memiliki logikanya sendiri (seperti juga matematika cinta: satu ditambah satu sama dengan segalanya; dua dikurangi satu sama dengan tidak ada).

Kata “cinta” seringkali dipakai sebagai label bagi gairah seksual kaum remaja; bagi kebiasaan kaum setengah baya; dan bagi saling ketergantungan kaum lanjut usia.

Lagi-lagi, kita suka memenjarakan pikiran dengan hal-hal stereotype tentang suatu kisah cinta. “. demikianlah, Cinderela akhirnya dipersunting oleh pangeran yang baik hati,” begitu Hans Christian Anderson mengisahkan tokoh-tokoh dongengnya. Romeo dan Juliet. Anthony dan Cleopatra. Paulo dan Francesca. Heolise dan Abeolard. Aucassin dan Nicolette. Sampek dan Engtay. Rama dan Shinta. Kita – Anda dan kekasih Anda, saya dan kekasih saya – bagaikan pasangan yang akan naik kapal Nabi Nuh. Macan dan macan. Zebra dan zebra. Tutul-tutul dan tutul-tutul. Garis-garis dan garis-garis.

Kita malas mendengar dongeng yang lain tentang kisah cinta Quasimodo – lelaki bongkok di Notre Dame – dan Esmeralda atau Beauty and the beast. Pada kenyataannya, “pasangan janggal” seperti itu lebih banyak memenuhi kapal Nabi Nuh.

Kita boleh tak percaya bahwa dengan label “cinta” saja mereka mau menyandarkan harapan dan kepercayaan satu sama lain. Ketahuilah, cinta memiliki logikanya sendiri (seperti juga matematika cinta: satu ditambah satu sama dengan segalanya; dua dikurangi satu sama dengan tidak ada). Kata “cinta” seringkali dipakai sebagai label bagi gairah seksual kaum remaja; bagi kebiasaan kaum setengah baya; dan bagi saling ketergantungan kaum lanjut usia. Tapi bagi orang seperti paman, cinta hanya merupakan keinginan memiliki seseorang yang mengkhawatirkannya ketika dia pulang larut malam.

Dalam kehidupan perkawinan sesungguhnya, terdapat hal-hal yang sepadan maupun tak sepadan. Memang klise, namun tak ada cara lain kecuali saling mengisi. Keburukan ditanggung bersama dan saling memikirkan. Bersama satu tujuan dan keinginan, di situlah mereka tumbuh. Dua hati dengan satu denyut jantung.

Di atas kertas, dua orang yang telah saling mencintai, saling percaya, dan saling menghormati, bisa saja bersepakat menghabiskan sisa hidup bersama. Mereka akan membangun sesuatu yang bagi orang lain tampak sepele, tapi sebenarnya sangat rumit, yaitu sebuah bahtera yang akan bertahan terhadap segala cuaca. Pada praktiknya, orang menikah karena berbagai alasan. Mereka menghabiskan seluruh sisa hidupnya dalam rakit terpisah yang diikat dengan seutas tali. Rakit itu akan tetap terapung selama orang yang membuatnya lebih suka membicarakan kerusakannya daripada ancaman buaya atau angin topan. Sebuah kapal mungkin hanya menjadi suatu alat untuk mempertahankan diri. Atau, alat untuk menemukan suatu tempat. Jalannya mungkin tak tentu arah dan perbaikan strukturnya sembarangan. Tapi jika kapal itu masih terapung, ia, dengan segala keunikannya tetaplah sebuah kapal.

Satu-satunya hal yang tidak menguntungkan dari kehidupan perkawinan, barangkali adalah kita hanya memiliki seorang teman dalam dunia yang acuh tak acuh. Oleh sebab itu, saya percaya bahwa perkawinan yang berhasil bukanlah hadiah; itu merupakan prestasi. Sebab, kelihatannya saja cinta merupakan hal tercepat di dunia, tetapi sebenarnya pertumbuhan cinta adalah hal yang terlambat di dunia. Tak seorang pun yang benar-benar mengetahui bagaimana cinta yang sempurna itu, hingga mereka telah menikah selama seperempat abad, bahkan mungkin seumur hidup.

Sumber: Dua Hati, Satu Denyut Jantung oleh A. Bakti Tejamulya (WARTAWAN MAJALAH POLITIK-CUM­-BUDAYA PANTAU)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

A : ACCEPT ( Terimalah diri anda sebagaimana adanya.)
B : BELIEVE ( Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup)
C : CARE ( Pedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup)
D : DIRECT (Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri )
E : EARN (Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang     terbaik)
F : FACE (Hadapi masalah dengan benar dan yakin)
G : GO ( Berangkatlah dari kebenaran)
H : HOMEWORK (Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi)
I : IGNORE (Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan)
J : JEALOUSLY (Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri)
K : KEEP (Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal)
L : LEARN (Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya)
M : MIND (Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain)
N : NEVER (Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol)
O : OBSERVE (Amatilah segala hal di sekeliling anda. Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain)
P : PATIENCE (Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha)
Q : QUESTION (Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu)
R : RESPECT (Hargai diri sendiri dan juga orang lain)
S : SELF CONFIDENCE, SELF ESTEEM, SELF RESPECT (Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang)
T : TAKE (Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda)
U : UNDERSTAND (Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat mengalahkan anda)
V : VALUE (Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik)
W : WORK (Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo'a)
X : X'TRA (Usaha lebih keras membawa keberhasilan)
Y : YOU (Anda dapat membuat suatu yang berbeda)
Z : ZERO (Usaha nol membawa hasil nol pula)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)
Anda Pengunjung Ke
Berita via Email

Masukkan email anda disini:

Delivered by FeedBurner

Tentang Kami

Dunia keperawatan adalah dunia yang dinamis, tidak statis dan selalu berkembang. Perawat saat ini dituntut dapat menjawab segala tantangan global. Website ini hadir untuk memfasilitasi perawat untuk selalu belajar dan mengembangkan diri untuk keilmuan dan juga untuk membantu pembelajaran bagi semua.

Semoga website ini bermanfaat. HIDUP PERAWAT INDONESIA!!!

Mau YM-an sama Saya?
Kalender
May 2012
M T W T F S S
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Harga Web Ini


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?

Media Advertise Paling Murah

MP3 Gratis dan Usaha Gratis





Dapatkan uang dengan klik disini



Mau bisnis enak dan murah? Klik aja gambar dibawah

Cari Askep Anda Disini….
Twitter Saya
    Plurk Saya
    Statistik Pengunjung

    free counters

    Dapatkan uang secara online


    Plugin from the creators of iPhone :: More at Plulz Wordpress Plugins
    Plugin from the creators of Brindes Personalizados :: More at Plulz Wordpress Plugins